Label

Jumat, 15 Februari 2013

Layar Sentuh Sepenuhnya: Akhir dari QWERTY?


bb touchscreen terbaru, tipe bb terbaru



Sadarkah anda bahwa sekarang banyak produsen ponsel yang banyak meluncurkan produk yang berbasis layar sentuh? Ya, sekarang ponsel yang mempunyai desain layar sentuh sepenuhnya lebih digemari oleh masyarakat dibandingkan dengan ponsel dengan model qwerty. Tidak hanya Apple atau Samsung yang sering meluncurkan produk-produk berbasis layar sentuh, namun produsen BlackBerry, RIM, juga akan menambah koleksi smartphone layar sentuhnya dengan meluncurkan BlackBerry 10 pada awal tahun ini. Apakah ini tanda-tanda berakhirnya era qwerty pada pasar ponsel dunia?



Walaupun mungkin kita akan lebih sulit untuk mengetik jika memakai ponsel yang hanya bermodalkan layar sentuh (karena masalah sensitivitas), namun menjadi kebanggaan dan memberikan keunikan tersendiri untuk beberapa orang yang memakai ponsel jenis ini. Sense of uniqueness inilah yang membuat ponsel layar sentuh menjadi trend terkini di masyarakat, khususnya di kalangan anak muda.



Desain ponsel layar sentuh yang biasanya lain daripada yang lain adalah salah satu alasan mengapa banyak orang sekarang ini lebih menyukai ponsel jenis ini. Biasanya ponsel-ponsel berbasis layar sentuh mempunyai layar yang lebih besar dibandingkan dengan ponsel berbasis qwerty. Inilah yang terkadang memberikan kepuasan tersendiri bagi sejumlah orang untuk beralih dari qwerty ke layar sentuh. Para pengguna ponsel layar sentuh pun akan lebih leluasa untuk melakukan berbagai aktifitas di ponsel mereka. Memainkan aplikasi games maupun menjelajahi situs jejaring sosial pun akan lebih menyenangkan.



Tetapi, akan ada beberapa hal yang mungkin menjadi kekurangan ponsel layar sentuh, di antaranya adalah daya tahan baterai dan perawatan layar yang cukup menguras kantong. Karena ponsel berjenis layar sentuh hanya mengandalkan layar pada ponsel, akan lebih besar kemungkinan energi baterai akan berkurang lebih cepat. Selain itu, karena pentingnya peran layar pada ponsel jenis layar sentuh ini, penggunanya diharuskan untuk merawat ponsel mereka dengan baik. Sedikit kerusakan pada layar berarti anda harus merogoh kocek lebih dalam untuk memperbaikinya.



Jika dilihat dari harga, ponsel-ponsel yang sepenuhnya berbasis layar sentuh belum tentu memiliki harga yang lebih mahal daripada ponsel dengan fitur qwerty. Misalnya, jika kita melihat harga BlackBerry Onyx 3 (BlackBerry Bold 9790) yang mempunyai fitur qwerty, akan lebih mahal jika dibandingkan dengan BlackBerry Torch 9860 yang mempunya fitur layar sentuh sepenuhnya. Begitu juga jika kita melihat perbandingan harga produk-produk BlackBerry lainnya yang mempunyai fitur layar sentuh sepenuhnya dengan produk-produk yang mempunyai fitur qwerty pada daftar harga BlackBerry di toko manapun atau di media-media tertentu.



Walau bagaimanapun, beberapa kekurangan dari ponsel berjenis layar sentuh bukanlah suatu halangan bagi masyarakat untuk berpindah haluan dari menggunakan ponsel jenis qwerty ke ponsel jenis layar sentuh. Ponsel qwerty pun terkadang sudah dikatakan �tidak zaman� karena lebih banyaknya ponsel layar sentuh yang diluncurkan oleh produsen ponsel-ponsel ternama. Benarkah ini akhir dari era qwerty?

0 komentar

Poskan Komentar